Jumat, 24 Juli 2015

Datang Saja ke Pantai Pandawa

Seusai lewati serta melewati tindakan yang cukup berliku sejak dari tol laut bali, tanjakan menuju Uluwatu sesudah macet di daerah Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada akhirnya sampai juga saya di pantai Pandawa. Tak heran bila pantai tersebut begitu juga disebut secret beach, pantai yang tertutup menurut gunung kapur.

Jalan ke pantai Pandawa mirip membelah gunung kapur menjadi dua, tebing tebing yang tinggi jadi panorama tersendiri yang membedakan dan pantai pantai selanjutnya, pantai yang letaknya di Desa Kutuh, Kabupaten Badung tersebut sudah sejak ramai dan dilirik pelancong bukan sekedar asing namun dan domestik. Sebelum menuju pantai anda bakal di sajikan pemandangan patung para Pandawa seiring Dewi Kunthi berjejer urut menempati lubang-lubang yang sudah disediakan.

Sesampai dalam pantai, Kamu bakal disambut oleh pasir putih yang halus dengan bersih. Pantai yang tetap bertetangga dan Dreamland ini memiliki kontur pantai yang tak se-ekstrem Dreamland pada mana arus dan ombak bukan seheboh Dreamland, jadi semua pelancong dapat berenang dengan bermain water sport juga aman.

Pantai Pandawa pada Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Buat kamu yang berharap berenang jangan takut karena arus dalam sini lumayan aman dan sehabis mandipun Anda berhasil langsung bilas karena di pinggir pantai disuguhi sangat banyak shower demi kamu membilas tubuh selepas tampil air laut.

Rabu, 22 Juli 2015

Mimpi Makan Sehat di Milas

NAMA resto Milas dalam Prawirotaman, Yogyakarta, ialah akronim dari mimpi lama hanya sekali. Mimpi untuk mampu menggunakan menu vegetarian. Makanan yang di sajikan bebas protein hewani alias semacam steak tempe, pancake bayam, sampai burger tempe.

Seorang vegetarian di paruh kedua 1990-an kesulitan menyukai masakan khusus kepada segala vegetarian. Beraneka anak muda lalu mendirikan restoran vegetarian dengan memberinya nama Milas, mimpi lama sekali. Mimpi itu terealisasi dalam 1997. ”Ebi, temanku dulu pekerja sosial dengan vegetarian, kesulitan mencari makanan vegetarian. Makanya, tempat makan tersebut namanya Milas,” ucap Coki Tanjung, satu diantaranya pengelola Milas.

Pada sana tersaji pula rosti, kentang sisir disanding serta salad, keju, dengan telur. Pelanggan berhasil dan mencicipi Milas omelette. Dalam menu makanan ringan diantara lain terdapat sate tempe, sate jamur kuping, juga kentang goreng. Dengan ada bruschetta, yakni roti serta keju, tomat, serta daun basil pada atasnya. Ini termasuk makanan ringan yang dicintai pengunjung asing.

Menu nomor satu yang jadi favorit antara lain steak tempe. Tidak lain berupa tempe bakar yang di suguhi dan saus lada hitam, jamur, bawang bombai, kentang goreng, dan wortel. Tempe yang empuk juga lembut tersebut mengirim sensasi gurih menuju lidah. Ditambah sensasi lembut jamur dan pedas lada yang pas, wajar jika pelanggan ketagihan.

Steak ini sangat pas ditemani segelas jus antistres, yakni wortel, jahe, jeruk nipis, dengan madu. Minuman itu di suguhi dingin dan rasa asam segar. ”Disebut jus antistres dikarenakan memang berkhasiat memotong stres,” ujar Coki.

Vegetarian Tak Menghalangi Niat untuk Melancong

Memiliki pola makan vegetarian tak menjadi cobaan ketika berwisata. Hal ini yang diakui tapi wanita yang sudah mengunjungi 28 kalangan dalam bumi demi berwisata, Nila Tanzil.

"Kalau berwisata ke sebuah tempat sih aku gak rasanya takut atau ragu tentang kuliner vegetarian. Kalaupun agak susah (dapat kuliner vegetarian), aku sangat sangat mampu," tutur Nila Tanzil kepada KompasTravel seusai kegiatan The Beauty of Spontaneous Travel dalam minggu selanjutnya dalam Jakarta.

Wanita yang sudah jadi seorang vegan sejak lahir ini menyebutkan bahwa kesulitan demi memperoleh kuliner vegetarian jarang telah tersaji kepada dirinya. Nila berpikir jika tidak mungkin seluruh kalangan dalam hal tempat bukan memakan sayur-sayuran. Dia pun memiliki tempat favorit demi menikmati kuliner vegetarian ketika berwisata.

"Kalau aku senangnya keluar ke kuil-kuil Buddha sebab mayoritas mereka kan vegetarian serta juga senang berada restoran vegetarian di kawasan kuil ini. Ini enak banget. Mirip pada Thailand," ujarnya.

Ia menceritakan bahwa destinasi berwisata yang tersulit untuk menerima kuliner vegetarian merupakan dalam Taiwan. Kepada ia, mayoritas kuliner pada sana memakai babi sehingga dia tidak mampu memakannya.

"Nah jikalau sudah begitu (gak ketemu sayur-sayuran), makan camilan saja. Cari ke supermarket untuk cari makanan," ujarnya.

Ia membagikan pengalamannya saat berwisata di Afrika dengan tak menemukan sayur-sayuran demi dimakan. Lalu, Nila pergi menuju supermarket demi menggilai makanan berupa mi instan. Saat di supermarket, dia malah memperoleh mi instan dari Indonesia.